ENERGI.co.id. Jakarta – Gemuruh puluhan ribu suporter mengiringi perjuangan Tim Nasional Indonesia saat menghadapi Thailand pada FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Laga berlangsung dramatis hingga harus ditentukan melalui adu penalti, yang akhirnya dimenangi Indonesia dengan skor 4-2.
Di balik atmosfer pertandingan yang penuh tekanan tersebut, terdapat peran penting sistem kelistrikan yang harus tetap menyala tanpa gangguan. PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya memastikan seluruh kebutuhan listrik di kawasan SUGBK tetap andal sejak pertandingan dimulai hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
Keandalan listrik menjadi bagian krusial dalam penyelenggaraan pertandingan berskala internasional. Penerangan lapangan atau Field of Play (FOP), ruang VIP, perangkat pertandingan, fasilitas stadion hingga sistem penyiaran membutuhkan pasokan listrik yang stabil.
Untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan, PLN UID Jakarta Raya menerapkan pola pengamanan kelistrikan enam lapis dengan konsep Zero Down Time. Sistem tersebut diperkuat dengan dukungan tiga subsistem, lima gardu induk dan enam penyulang.
Tidak hanya mengandalkan jaringan utama, PLN juga menyiapkan Uninterruptible Power Supply (UPS) dengan total kapasitas 1.260 kVA. Perangkat tersebut ditempatkan pada sejumlah titik vital, di antaranya IB VIP Barat, IB VIP Timur, Royal Box VIP Barat dan Selasar Sisi Timur.
Kesiapan tersebut dikawal ratusan personel PLN. Mereka melakukan pemantauan dan pemeriksaan sistem secara intensif sebelum pertandingan, selama laga berlangsung hingga seluruh aktivitas di dalam stadion selesai.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, mengatakan keandalan listrik merupakan bagian dari kontribusi PLN dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan pertandingan internasional di Jakarta.
“Alhamdulillah, pertandingan Indonesia melawan Thailand berlangsung lancar hingga harus ditentukan melalui adu penalti dan Indonesia menang 4-2. Dari sisi kelistrikan, pasokan di SUGBK juga terjaga andal dari awal hingga pertandingan selesai. Kami bangga dapat mengambil bagian dalam momentum penting perjuangan Tim Nasional Indonesia,” ujar Andy Adcha.
Menurutnya, sistem pengamanan berlapis disiapkan untuk memastikan aktivitas pertandingan tidak terganggu oleh persoalan kelistrikan. PLN menempatkan keandalan sistem sebagai prioritas, terutama karena sejumlah fasilitas pertandingan memiliki tingkat kepentingan yang tinggi.
“Ketika suporter fokus memberikan dukungan dan para pemain berjuang di lapangan, tim PLN bekerja di belakang layar memastikan listrik tetap andal. Enam lapis pengamanan kami siapkan agar pertandingan dapat berlangsung tanpa gangguan kelistrikan,” katanya.
Andy juga memberikan apresiasi kepada seluruh petugas PLN yang bertugas serta berbagai pihak yang ikut memastikan kesiapan SUGBK selama penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026.
“Kemenangan Indonesia melalui adu penalti tentu menjadi kebanggaan masyarakat. Bagi kami di PLN, bagian dari kebanggaan itu adalah memastikan listrik tetap menyala dan seluruh kebutuhan kelistrikan pertandingan dapat terpenuhi. Kami akan terus menjaga kesiapan sistem dan personel sampai seluruh rangkaian FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta selesai,” tuturnya.
Dengan sistem pengamanan berlapis dan kesiapan personel di lapangan, PLN memastikan sorotan tetap tertuju kepada para pemain dan perjuangan Tim Nasional Indonesia, sementara keandalan listrik menjadi fondasi yang bekerja tanpa terlihat sepanjang pertandingan. (***)













