Hadapi Lapangan Migas Mature, PHR Gaspol Transformasi Digital dan AI

Transformasi diarahkan untuk membangun budaya kerja berbasis data yang berorientasi pada inovasi. PHR percaya, transformasi digital adalah kunci untuk menjawab tantangan industri hulu migas dan memastikan keberlanjutan energi bagi Indonesia.
banner 468x60

ENERGI.co.id, Jakarta – Tantangan lapangan migas yang semakin mature mendorong PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mempercepat transformasi digital. Perusahaan tidak lagi menempatkan digitalisasi sebatas modernisasi sistem, tetapi menjadikannya instrumen untuk menjaga produksi, menekan risiko gangguan operasi, dan meningkatkan efisiensi aset.

Strategi tersebut mendapat pengakuan melalui Upstream Energy Transformation Award dalam ajang Dataiku Summit 2026 yang digelar di Jakarta. Penghargaan ini diberikan atas implementasi teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) PHR dalam mendukung operasi hulu migas.

Read More
banner 300x250

Bagi PHR, tantangan menjaga produksi semakin kompleks. Di satu sisi, lapangan-lapangan mature menghadapi penurunan produksi secara alamiah. Di sisi lain, kebutuhan energi terus meningkat. Kondisi ini membuat optimalisasi aset yang ada menjadi semakin krusial.

Di tengah tekanan tersebut, PHR mendorong pemanfaatan data dan AI untuk mempercepat pengambilan keputusan sekaligus mengantisipasi potensi gangguan sebelum berdampak terhadap operasi.

Salah satu terobosan yang diterapkan adalah Digital Twin Pipeline. Platform ini menggabungkan data historis dan data real-time untuk membaca kondisi jaringan pipa secara lebih komprehensif.

Melalui teknologi tersebut, tim operasi dapat mengidentifikasi indikasi anomali seperti penurunan tekanan yang tidak normal, potensi kebocoran, hambatan aliran akibat scaling maupun wax deposition, hingga ketidakseimbangan operasi antar fasilitas.

Artinya, pendekatan pengelolaan aset bergeser dari sekadar merespons gangguan menjadi mendeteksi dan mengantisipasinya lebih awal.

Strategi serupa diterapkan melalui Predictive Maintenance pada berbagai rotating equipment dan fasilitas produksi. Sistem menganalisis pola kerja peralatan untuk mengidentifikasi potensi kegagalan, memperkirakan umur pakai, serta menentukan waktu pemeliharaan yang lebih tepat.

Dengan pendekatan tersebut, PHR menargetkan pengurangan unplanned shutdown, peningkatan equipment availability, optimalisasi biaya pemeliharaan, dan perpanjangan usia aset.

“PHR berkomitmen memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan kinerja operasi sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Vice President Information Technology PHR, Triatmojo.

Menurut Triatmojo, penghargaan tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital PHR telah bergerak dari tahap inisiatif teknologi menuju implementasi yang memberikan dampak terhadap bisnis dan operasi.

“Transformasi digital dan AI kami arahkan untuk memberikan dampak nyata, baik terhadap produksi, keandalan operasi maupun kemampuan perusahaan dalam mengambil keputusan secara lebih cepat dan berbasis data,” katanya.

Transformasi digital PHR juga diperkuat melalui Digital and Innovation Center (DICE). Fasilitas ini menjadi salah satu pusat pemantauan operasional berbasis data yang mengintegrasikan berbagai informasi secara real-time.

Melalui dashboard digital, PHR dapat memantau sejumlah aktivitas, mulai dari pengeboran, lifting, inventarisasi aset hingga kegiatan produksi. Integrasi tersebut memungkinkan informasi operasional tersedia secara lebih cepat untuk mendukung pengambilan keputusan.

Langkah ini menjadi penting bagi PHR yang mengelola wilayah kerja dengan ribuan sumur dan kompleksitas operasi yang tinggi. Semakin besar skala operasi, semakin besar pula kebutuhan terhadap sistem yang mampu mengolah data menjadi informasi yang dapat langsung digunakan oleh pengambil keputusan.

Karena itu, digitalisasi di PHR tidak berhenti pada penggunaan teknologi. Perusahaan juga mendorong terbentuknya budaya kerja berbasis data yang mengedepankan inovasi, kecepatan respons, dan ketepatan pengambilan keputusan.

Dataiku Summit 2026 mengangkat tema “Transformasi AI Enterprise melalui kombinasi People, Orchestration, dan Governance untuk menghasilkan dampak bisnis yang terukur.” Forum tersebut membahas berbagai penerapan AI di industri, termasuk AI Agents, tata kelola AI, serta strategi meningkatkan return on investment dari investasi teknologi.

Bagi PHR, penghargaan Upstream Energy Transformation Award menjadi validasi atas arah transformasi yang sedang dijalankan. Di tengah tantangan lapangan mature dan tuntutan menjaga ketahanan energi, teknologi digital dan AI diposisikan sebagai salah satu senjata utama untuk mempertahankan keandalan operasi sekaligus mengoptimalkan nilai dari aset hulu migas.

Dengan demikian, transformasi digital PHR bukan semata soal menjadi perusahaan yang lebih modern, tetapi tentang bagaimana data, teknologi, dan AI diterjemahkan menjadi produksi yang lebih andal, operasi yang lebih efisien, serta kontribusi yang lebih kuat terhadap ketahanan energi nasional.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *