ENERGI.co.id, Prabumulih – PT Pertamina EP Asset 2 atau Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 kembali mencatatkan capaian positif dalam upaya meningkatkan produksi minyak dan gas bumi nasional. Sumur pengembangan GNK-119 yang berada di Struktur Gunung Kemala, Field Prabumulih, Sumatera Selatan, berhasil mencatatkan hasil uji produksi sementara sebesar 943,5 barel minyak per hari (BOPD).
Capaian tersebut setara dengan 212 persen dari target awal produksi yang ditetapkan sebesar 200 BOPD. Selain menghasilkan minyak, sumur ini juga memberikan tambahan kontribusi produksi gas sebesar 4,29 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Keberhasilan tersebut menjadi salah satu kontribusi positif PHR Zona 4 dalam menjaga dan meningkatkan kinerja produksi migas, sekaligus mendukung upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional.
Sumur GNK-119 sebelumnya mulai ditajak pada 30 September 2026 melalui lokasi pengeboran GNK-PD91. Lokasi sumur berada di Struktur Gunung Kemala, Field Prabumulih, yang terletak di sebelah barat laut Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.
“Alhamdulilah, PT. Pertamina EP Asset 2 (PT. PHR Zona 4) telah melakukan tajak lokasi pengeboran lokasi GNK-PD91 menjadi sumur pengembangan GNK-119 pada tanggal 30 September 2026 dan minggu ini November 2026 telah berhasil melakukan uji produksi dengan hasil sementara mencapai 943.5 BOPD atau 212% dari target inisial produksi sebesar 200 BOPD serta memberikan kontribusi tambahan produksi gas sebesar 4.29 MMSCFD,” ungkap Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto pada Menko Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, pada Sabtu (7/11/2026).
Berdasarkan hasil pengujian, produksi minyak dan gas dari sumur tersebut mengalir secara natural open flow, dengan sumber produksi berasal dari lapisan TAF Layer C3 yang memiliki tekanan reservoir cukup baik.
Keberhasilan ini menunjukkan potensi produktivitas reservoir pada lapisan tersebut sekaligus memberikan tambahan pasokan minyak dan gas dari wilayah operasi PHR Zona 4.
Dari sisi teknis, Sumur GNK-119 dibor menggunakan metode directional S-type dengan dukungan Rig GW-265. Pengeboran mencapai kedalaman akhir 2.043 meter measured depth (mMD) atau 1.930,20 meter true vertical depth (mTVD).
Seluruh tahapan pengeboran hingga pelaksanaan uji produksi diselesaikan dalam waktu 32 hari, lebih cepat dibandingkan program kerja yang ditetapkan selama 34 hari.
Selain capaian produksi, pelaksanaan operasi Sumur GNK-119 juga mencatatkan kinerja keselamatan kerja yang menjadi perhatian utama perusahaan.
Sejak awal tajak hingga pelaksanaan kegiatan pengeboran dan uji produksi, operasi sumur ini telah membukukan total 54.102 safe man hours. Capaian tersebut mencerminkan komitmen pelaksanaan operasi dengan tetap mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta operational excellence.
Dari sisi keekonomian, berdasarkan estimasi biaya lapangan (field estimate), realisasi biaya yang telah dikeluarkan untuk kegiatan Sumur GNK-119 tercatat sebesar US$5.280.749,51 atau sekitar 79,36 persen dari Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui.
Dengan capaian produksi sementara sebesar 943,5 BOPD dan tambahan produksi gas 4,29 MMSCFD, keberhasilan Sumur GNK-119 menjadi tambahan potensi produksi yang signifikan bagi PHR Zona 4.
Hasil ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kegiatan pengeboran sumur pengembangan sebagai salah satu strategi untuk mengoptimalkan potensi reservoir, menjaga keberlanjutan produksi, serta mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional.












