PGE Pacu Ekspansi Panas Bumi, Bidik Kapasitas 1 GW pada 2028 dan Siapkan Bisnis Beyond Electricity

banner 468x60

ENERGI.co.id, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE/PGEO) terus mempercepat ekspansi bisnis panas bumi untuk meningkatkan kapasitas terpasang hingga 1 gigawatt (GW) pada 2028. Selain menggenjot pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP), perusahaan juga mulai memperluas strategi bisnis melalui pengembangan sektor beyond electricity.

Direktur Eksplorasi & Development PGE, Edwil Suzandi, mengatakan belum bertambahnya kapasitas terpasang perusahaan saat ini bukan mencerminkan perlambatan bisnis. Pasalnya, pengembangan proyek panas bumi membutuhkan tahapan panjang, mulai dari eksplorasi, pembuktian cadangan, pengeboran, hingga pembangunan fasilitas pembangkit dan komersialisasi.

Read More
banner 300x250

Menurutnya, satu proyek panas bumi membutuhkan waktu sekitar 3-5 tahun sejak fase pengembangan hingga beroperasi secara komersial. Karakteristik tersebut berbeda dengan sektor minyak dan gas bumi maupun pertambangan yang hasil pengeborannya relatif lebih cepat diketahui.

“Semua proyek yang kami lakukan adalah proyek jangka panjang. Tidak bisa hari ini kami bekerja, tahun ini juga kami melihat hasilnya,” ujar Edwil dalam media briefing di Jakarta, Kamis (4/11/2026).

Untuk mempercepat realisasi proyek, PGE saat ini mengoperasikan empat rig pengeboran secara paralel. Langkah tersebut menjadikan PGE sebagai satu-satunya perusahaan panas bumi di Indonesia yang mengoperasikan empat rig sekaligus untuk mendukung percepatan pengembangan sejumlah wilayah kerja panas bumi.

Sejumlah proyek strategis kini masuk dalam pipeline pengembangan perusahaan.

Salah satunya proyek Gunung Tiga dengan target kapasitas 55 megawatt (MW). PGE telah menyelesaikan pengeboran sebanyak 20 sumur dan mulai memasuki tahapan kontrak. Dengan jadwal pengembangan normal sekitar 30 bulan, proyek ini ditargetkan beroperasi secara komersial atau commercial operation date (COD) pada 2029-2030. Namun, perusahaan tengah mengkaji peluang percepatan agar dapat beroperasi pada 2029.

Selanjutnya, proyek Hululais Unit 1 dan 2 juga menunjukkan perkembangan positif. Proses pengadaan kontraktor engineering, procurement, and construction (EPC) telah diselesaikan, sementara dukungan PLN sebagai pembeli listrik (off-taker) terus menunjukkan kemajuan. PGE menargetkan kedua unit tersebut dapat mencapai COD pada 2028.

Percepatan ekspansi juga dilakukan di wilayah kerja Lumut Balai. Setelah Lumut Balai Unit 2 beroperasi secara komersial pada 2025, PGE melanjutkan pengembangan Unit 3 yang kini memasuki tahap pengembangan dan persiapan pembangunan pembangkit.

Tender EPC Lumut Balai Unit 3 ditargetkan dimulai pada 2027, dengan target COD pada 2030 dan peluang percepatan menjadi 2029.

Sementara itu, Lumut Balai Unit 4 mulai memasuki tahapan pembangunan infrastruktur pendukung. Salah satunya pembangunan jalan sepanjang hampir 10 kilometer dari titik terakhir pengembangan Lumut Balai Unit 3.

PGE menargetkan kegiatan eksplorasi Lumut Balai Unit 4 dapat diselesaikan seiring dengan pembangunan Unit 3. Strategi ini diharapkan membuat pengembangan proyek berikutnya dapat langsung dilanjutkan tanpa harus menunggu terlalu lama.

Di luar pengembangan pembangkit konvensional, PGE juga mendorong proyek co-generation melalui kolaborasi dengan PLN. Proyek tersebut telah mencapai kesepakatan substansi perjanjian jual beli listrik atau Power Purchase Agreement (PPA) dan kini memasuki tahap finalisasi serta pemeriksaan dokumen.

PGE menargetkan penandatanganan PPA proyek tersebut pada Desember 2026. Jika terealisasi, kesepakatan ini akan menjadi PPA pertama perusahaan dalam kurun waktu lebih dari sembilan tahun.

Ekspansi Menuju 3 GW

Dalam jangka menengah dan panjang, PGE telah menyiapkan peta jalan peningkatan kapasitas pembangkit panas bumi secara bertahap.

Setelah mencapai target 1 GW pada 2028, perusahaan membidik peningkatan kapasitas menjadi 2 GW dalam lima hingga tujuh tahun berikutnya. Selanjutnya, PGE akan mengarahkan ekspansi menuju kapasitas 3 GW sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi perusahaan dalam industri panas bumi nasional maupun global.

Pengembangan bisnis beyond electricity juga menjadi bagian penting dari transformasi perusahaan. Melalui pemanfaatan panas bumi di luar pembangkitan listrik, PGE berpeluang memperluas sumber pendapatan dan meningkatkan nilai tambah sumber daya panas bumi.

Strategi tersebut sekaligus memperkuat peran panas bumi sebagai salah satu pilar transisi energi Indonesia, tidak hanya untuk mendukung pasokan listrik bersih, tetapi juga untuk membuka peluang pemanfaatan energi rendah karbon di berbagai sektor industri.

banner 300x250
banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *