Optimalisasi Lapangan Idle Berbuah 1.528 BOPD, Sumur RECO#4 PHR Jadi Andalan Baru

Sumur RECO#4 Berproduksi 1.528 BOPD, PHR Optimalkan Kembali Lapangan Idle
banner 468x60

ENERGI.co.id, PEKANBARU – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berhasil mengoptimalkan kembali potensi lapangan yang sebelumnya berstatus idle melalui pengeboran sumur infill RECO#4 di Lapangan Reco, Wilayah Kerja (WK) Rokan.

Berdasarkan hasil pengujian awal, Sumur RECO#4 mampu menghasilkan tambahan produksi minyak sebesar 1.528 barel minyak per hari (BOPD) dengan water cut 0 persen. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya PHR menjaga sekaligus meningkatkan produksi minyak melalui optimalisasi aset yang telah tersedia.

Read More
banner 300x250

Lapangan Reco sebelumnya berstatus idle. Namun, berdasarkan hasil kajian dan evaluasi terbaru terhadap potensi reservoir yang masih dapat diproduksikan, PHR kembali mengembangkan lapangan tersebut melalui pengeboran sumur RECO#4.

General Manager Zona Rokan PHR, Andre Wijanarko, mengatakan keberhasilan pengeboran RECO#4 merupakan hasil sinergi berbagai aspek operasi, mulai dari kajian subsurface, perencanaan pengeboran, penerapan teknologi, hingga eksekusi di lapangan.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa optimalisasi aset yang telah ada dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi. PHR akan terus mendorong penerapan teknologi, inovasi, serta penguatan kerja sama seluruh tim untuk mengembangkan potensi yang ada secara aman, efektif, dan efisien,” ujar Andre.

Secara administrasi, pengeboran Sumur RECO#4 dilaksanakan melalui Mekanisme Surat Edaran Percepatan Produksi SKK Migas. Mekanisme tersebut mendukung percepatan pelaksanaan kegiatan pengeboran yang memiliki potensi memberikan tambahan produksi.

Keberhasilan RECO#4 diawali dengan studi subsurface terbaru yang dilakukan PHR untuk mengevaluasi kembali potensi sejumlah lapangan yang sebelumnya berstatus idle. Dari hasil kajian tersebut, RECO#4 dirancang sebagai sumur infill berarah (directional well) dengan konfigurasi J-Type, yang menargetkan reservoir batupasir Pematang.

Dalam proses pengeboran, PHR juga menerapkan teknologi real-time geosteering secara mandiri untuk mengendalikan dan mengoptimalkan lintasan sumur agar tetap berada pada zona target reservoir.

Teknologi tersebut memungkinkan tim pengeboran mengevaluasi kondisi bawah permukaan secara real time selama operasi berlangsung. Dengan demikian, lintasan sumur dapat disesuaikan berdasarkan posisi aktual target reservoir sehingga pengeboran dapat dilakukan secara lebih optimal.

Setelah berhasil diproduksikan, minyak dari Sumur RECO#4 dialirkan menuju Gathering Station PAGER (PAGER GS) untuk selanjutnya diproses bersama produksi dari fasilitas yang terintegrasi di wilayah tersebut.

Keberhasilan RECO#4 menjadi salah satu kontribusi PHR dalam meningkatkan produksi minyak melalui optimalisasi aset yang telah ada. Capaian ini sekaligus menunjukkan pentingnya integrasi antara kajian subsurface, perencanaan pengeboran, penerapan teknologi, dan eksekusi operasi dalam menghasilkan tambahan produksi.

PHR terus mendorong inovasi dan optimalisasi kegiatan eksplorasi, pengeboran, serta pengembangan lapangan di WK Rokan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keandalan operasi, efisiensi, dan disiplin biaya.

“Tambahan produksi dari Sumur RECO#4 diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan produksi minyak nasional sekaligus mendukung upaya memperkuat ketahanan energi Indonesia,” tutur Andre Wijanarko.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *