ENERGI.co.id, Jambi – Upaya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan terus dilakukan SKK Migas bersama PetroChina International Jabung Ltd. Dalam momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, keduanya menggelar workshop bertema “Aksi Nyata Hari Ini untuk Lingkungan yang Lebih Baik di Masa Depan” di Ballroom Swiss-Belhotel Jambi, Minggu (27/9/2026).
Workshop tersebut menghadirkan Jessica Halim, Co-Founder Demi Bumi, serta Yudha Trianto, pendiri Bank Sampah Induk Dream Kota Jambi sekaligus pendiri Yayasan Marejendra Atma Buana. Keduanya memberikan edukasi dan praktik mengenai pengelolaan sampah rumah tangga, khususnya bagaimana limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.
Ketua Panitia sekaligus Field QHSE Superintendent PetroChina International Jabung Ltd, Hardian Citra Dini, mengatakan workshop tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat kesadaran lingkungan, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari.
“Sebagai perusahaan yang bergerak di industri minyak dan gas, PetroChina Jabung menyadari bahwa keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari pencapaian produksi, tetapi juga dari bagaimana kita menjalankan kegiatan operasi secara bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujar Hardian.
Menurut dia, edukasi pengelolaan lingkungan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan workshop, tetapi dapat diterapkan peserta di rumah serta ditularkan kepada keluarga dan masyarakat sekitar.
Jessica Halim dalam workshop tersebut mengajak peserta melihat sampah rumah tangga dari perspektif berbeda. Sampah tidak selalu harus berakhir di tempat pembuangan, karena sebagian dapat dipilah, digunakan kembali, maupun diolah menjadi produk yang memiliki manfaat.
“Yang terpenting bagaimana kita memilah dan mengolah sampah secara mandiri, bahkan mengolah semua sampah yang kita hasilkan di rumah menjadi barang yang berguna dan bisa digunakan kembali,” ujar Jessica.
Dalam sesi praktik, peserta diperkenalkan dengan berbagai alternatif pengurangan sampah, antara lain pembuatan beeswax food wrap menggunakan kain perca, lilin lebah dan minyak kelapa. Produk tersebut dapat menjadi alternatif pembungkus makanan yang selama ini banyak menggunakan plastik sekali pakai.
Peserta juga dikenalkan dengan pemanfaatan buah lerak sebagai bahan sabun serta loofah sebagai alternatif spons pencuci piring. Selain itu, workshop turut memberikan wawasan mengenai pengolahan sampah organik dan ketahanan pangan melalui pembuatan tempe dari aneka kacang tanpa menggunakan plastik.
Sementara itu, Yudha Trianto, pendiri Bank Sampah Induk Dream Kota Jambi, memberikan perspektif mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Menurut Yudha, kebiasaan memilah sampah dari rumah menjadi langkah awal agar sampah dapat dikelola dengan lebih baik. Sampah yang sudah dipilah juga lebih mudah dimanfaatkan kembali maupun dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Ia berharap edukasi tersebut dapat mendorong karyawan menjadi penggerak perubahan, dimulai dari lingkungan keluarga masing-masing.
“Pemilahan sampah harus dimulai dari sumbernya. Ketika sampah sudah dipilah dengan benar, kita bisa melihat bahwa sebagian sampah sebenarnya masih memiliki nilai dan dapat dimanfaatkan kembali,” kata Yudha.
Melalui edukasi tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami persoalan sampah, tetapi juga mampu mempraktikkan pengelolaannya secara mandiri di rumah.
Workshop Hari Lingkungan Hidup ini melibatkan karyawan dari berbagai departemen dan unit kerja PetroChina, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memilah sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, hingga mengolah limbah rumah tangga merupakan langkah yang dapat dilakukan setiap hari.
Bagi industri hulu migas, kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari tanggung jawab dalam menjalankan kegiatan operasi. Karena itu, edukasi dan peningkatan kesadaran lingkungan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan kegiatan operasional perusahaan.
Melalui kolaborasi SKK Migas, PetroChina International Jabung Ltd, Demi Bumi dan komunitas bank sampah, semangat Hari Lingkungan Hidup 2026 diterjemahkan menjadi aksi nyata: mengubah cara pandang terhadap sampah dari sesuatu yang harus dibuang menjadi sumber manfaat yang dapat dikelola dari rumah.













