Spektakuler! GNK-114 PHR Zona 4 Semburkan 2.955 BOPD, Djoko Siswanto: Kabar Baik untuk Ketahanan Energi

Sumur GNK-114 PHR Zona 4 di Gunung Kemala On Fire
banner 468x60

ENERGI.co.id, Prabumulih – Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengabarkan kabar baik bahwa  PT Pertamina EP Asset 2 / PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 kembali menorehkan kinerja gemilang di penghujung Triwulan III 2026. Sumur pengembangan GNK-114 (GNK-PD80) yang ditajak pada 13 Juli 2026 dan selesai pada 27 September 2026 berhasil melakukan uji produksi (Long String) dengan hasil fantastis.

Sumur ini mengalir secara natural Open Flow pada lapisan TAF-K1 dengan hasil sementara mencapai 2.955 BOPD dan 1,45 MMSCFD.

Read More
banner 300x250

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan ini.

“Alhamdulillah, ini kabar baik untuk ketahanan energi nasional. Keberhasilan uji produksi sumur GNK-114 dengan rate hampir 3.000 BOPD natural flow ini menunjukkan potensi Struktur Gunung Kemala masih sangat menjanjikan. Saya apresiasi PHR Zona 4 yang bekerja secara efisien, selamat, dan on budget. Ini bukti nyata komitmen hulu migas untuk terus menggenjot produksi demi target 1 juta barel. Mohon dukungan dan doa agar segera bisa diproduksikan dan berkontribusi untuk negara,” ujar Djoksis.

Produksi sumur GNK-114 berasal dari Layer K dengan tekanan reservoir yang masih sangat baik. Secara geografis, lokasi pengeboran terletak di Struktur Gunung Kemala, Field Prabumulih, di sebelah Barat Laut Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.

Sumur ini dibor secara Directional / Berarah menggunakan Rig PDSI #41.3 / N110-UE hingga kedalaman akhir 1.885 mMD / 1.884,66 mTVD.

Total waktu yang dibutuhkan untuk fase pengeboran dan uji produksi (long string) hingga tanggal 27 September 2026 adalah 36 hari.

Sebagai informasi, pelaksanaan operasi di Sumur GNK-114 tercatat membukukan total safe man hours sebesar 50.616 jam sejak pertama kali tajak, dengan tetap mengutamakan komitmen terhadap aspek HSSE dan Operational Excellence tanpa adanya Lost Time Injury (LTI).

Dari sisi biaya, estimasi biaya (based on field estimate) yang sudah dikeluarkan adalah sebesar USD 5.895.760,43 atau 68,43% dari AFE yang disetujui. Artinya, pengeboran ini berhasil dilakukan dengan efisiensi biaya yang signifikan.

Dengan hasil uji produksi yang sangat baik ini, PHR Zona 4 menargetkan sumur GNK-114 dapat segera diproduksikan (put on production) dalam waktu dekat untuk menambah lifting minyak nasional.

Djoksis menambahkan kabar baik ini tentunya tidak lepas dan dukungan dari semua pihak, semoga proyek ini segera dapat diproduksi secepatnya.

“Mohon dukungan dan doa, Insya Allah dapat segera diproduksikan. Aamiin”, terang Djoksis.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *