ENERGI.co.id, SUMATERA SELATAN – Upaya PT Pertamina EP (PEP) Asset 2 atau PEP Zona 4 dalam mengoptimalkan produksi minyak dan gas bumi kembali membuahkan hasil. Melalui pekerjaan workover, sumur BNG-039 yang sebelumnya berstatus suspend well di Lapangan Adera, Sumatera Selatan, berhasil dihidupkan kembali dan mencatatkan hasil produksi jauh melampaui target.
Pekerjaan workover sumur BNG-039 dilaksanakan mulai 6 September 2026 dan rampung pada 23 September 2026. Pekerjaan dilakukan dengan menutup lapisan eksisting serta melakukan kerja ulang dengan berpindah ke lapisan produktif lainnya.
Hasil pengujian menunjukkan performa sumur BNG-039 melampaui target yang telah ditetapkan. Pada lapisan P2c dengan kedalaman 1.941–1.942,5 meter, sumur tersebut menghasilkan kondensat sebesar 96 BCPD, atau mencapai 266 persen dari target sebesar 36 BOPD.
Tak hanya produksi cairan hidrokarbon, capaian gas juga menunjukkan hasil yang sangat signifikan. Sumur BNG-039 menghasilkan gas sebesar 1,5 MMSCFD, atau mencapai 3.000 persen dari target awal sebesar 0,05 MMSCFD.
Dengan hasil tersebut, sumur BNG-039 juga dapat langsung masuk tahap Production on Production (PoP) sehingga hasil intervensi dapat segera memberikan tambahan terhadap produksi migas di wilayah kerja PEP Zona 4.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), Djoko Siswanto, menjelaskan pekerjaan workover ini masih memiliki produksi yang signifikan.
“Reaktivasi BNG-039 membuktikan bahwa idle well masih memiliki potensi produksi yang signifikan. Hasil uji menunjukkan produksi kondensat mencapai 96 BCPD atau 266% dari target, sementara gas mencapai 1,5 MMSCFD atau 300% dari target. Capaian ini langsung ditindaklanjuti dengan Put on Production (PoP) agar tambahan produksi dapat segera memberikan kontribusi.” ujar Djoksis.
Dari sisi operasional, pekerjaan workover BNG-039 menggunakan Rig GJE-05 berkapasitas 450 HP. Pekerjaan berhasil diselesaikan hanya dalam waktu 17 hari, lebih cepat dibandingkan rencana awal selama 30 hari.
Keberhasilan tersebut juga diikuti efisiensi dari sisi biaya. Berdasarkan field estimate cost, biaya yang telah dikeluarkan untuk pekerjaan mencapai sekitar USD 420.692, atau hanya sekitar 56 persen dari rencana anggaran sebesar USD 737.993,66 yang telah disetujui SKK Migas.
Dengan capaian produksi dan efisiensi tersebut, pekerjaan reaktivasi sumur BNG-039 diproyeksikan memiliki break even point (BEP) sekitar satu bulan.
Sebelum dilakukan intervensi, sumur BNG-039 berada dalam kondisi suspend well. Reaktivasi melalui pekerjaan workover menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan kembali potensi sumur-sumur yang sebelumnya belum memberikan kontribusi produksi secara optimal.
Keberhasilan BNG-039 sekaligus menambah daftar capaian positif kegiatan intervensi sumur di wilayah kerja PEP Zona 4 – Adera Field. Optimalisasi sumur eksisting menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga dan meningkatkan produksi minyak dan gas nasional di tengah tantangan industri hulu migas.
Capaian tersebut diharapkan menjadi momentum positif bagi pelaksanaan intervensi pada sumur-sumur lainnya. Dengan optimalisasi yang tepat, sumur-sumur yang sebelumnya idle atau suspend diharapkan dapat kembali memberikan kontribusi terhadap produksi migas.
“Semoga keberhasilan BNG-039 menjadi awal dari capaian positif berikutnya, dan sumur-sumur lainnya juga dapat menghasilkan produksi di atas target. Aamiin”, tutup Djoksis.












