Perbaikan dan Packing Rotor – Kompresor Pembangkit Listrik MCTN Rampung

banner 468x60

ENERGI.co.id, Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan PLN memastikan komitmen peningkatan produksi migas nasional terus berjalan.

SKK Migas memastikan, Sabtu, 20 Juni 2026 pukul 14.30 WIB, perbaikan dan packing rotor & kompresor Pembangkit Listrik PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN) telah selesai dan siap diberangkatkan dari lokasi menuju Pelabuhan Tanjung Priok menggunakan truk.

Read More
banner 300x250

Selanjutnya komponen vital tersebut akan diangkut menggunakan kapal LCT dari Tanjung Priok menuju Pelabuhan Riang, untuk kemudian dimobilisasi ke lokasi MCTN di Riau.

Bersamaan dengan itu, tim PHR-PLN-SKK Migas bergerak menuju Cilamaya untuk melaksanakan komisioning Pabrik LPG berkapasitas 170 Metrik Ton per hari serta fasilitas kondensat 350 BOPD. Dengan demikian, total setara produksi dari fasilitas ini mencapai 2.000 BOPD.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto mengatakan hari ini menjadi milestone penting. Pengiriman rotor dan kompresor MCTN ke Riau berjalan sesuai jadwal.

Menurut Djoko, ini adalah bukti kolaborasi PHR, PLN, dan SKK Migas dalam menjaga keandalan pembangkit untuk mendukung operasi hulu migas di Wilayah Kerja Rokan.

“Di sisi lain, komisioning Pabrik LPG Cilamaya juga kami percepat. Dengan kapasitas 170 metrik ton LPG dan 350 BOPD kondensat per hari, setara 2.000 BOPD, fasilitas ini akan memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi impor LPG. Kami targetkan minggu depan komisioning selesai sehingga Ditjen Migas dapat menerbitkan PLO dan pabrik bisa segera diresmikan bulan ini juga.” ungkap Djoksis.

“Atas nama SKK Migas, kami mohon doa dari seluruh pihak agar mobilisasi rotor ke Riau serta komisioning Pabrik LPG Cilamaya berjalan lancar, aman, dan selamat. Ini adalah ikhtiar bersama untuk mewujudkan target lifting nasional,” ungkap Djoksis dalam laporannya kepada Menteri ESDM.

SKK Migas mengapresiasi dukungan penuh dari Kementerian ESDM, Ditjen Migas, Komwas SKK, serta seluruh pemangku kepentingan. Sinergi ini menjadi kunci untuk mencapai target produksi 1 juta BOPD minyak dan 12 BSCFD gas pada 2030.(***)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *