Gas JTB Tembus 192 MMSCFD, Pasok Kebutuhan Industri Jawa Timur

Site Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dioperasikan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, Bojonegoro
banner 468x60

ENERGI.co.id, Bojonegoro – Proyek Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dioperasikan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) terus menunjukkan kinerja positif. Lapangan gas JTB di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kini mampu mencapai produksi sebesar 192 juta standar kaki kubik per hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD).

Capaian tersebut menegaskan peran JTB sebagai salah satu sumber pasokan gas bumi domestik yang mendukung kebutuhan energi nasional, khususnya untuk sektor industri dan kelistrikan di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. PEPC sebelumnya telah mencatatkan produksi full capacity sebesar 192 MMSCFD setelah melalui rangkaian performance test dan pengujian keandalan fasilitas.

JTB merupakan salah satu proyek strategis nasional di sektor energi yang dikembangkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan cadangan gas bumi domestik. Proyek ini dikembangkan oleh PEPC yang merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina.

Dalam operasinya, JTB dilengkapi Gas Processing Facilities (GPF) yang berfungsi mengolah gas bumi hasil produksi sebelum disalurkan kepada konsumen. Fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung keandalan produksi dan penyaluran gas dari lapangan JTB.

Gas bumi yang diproduksi dari Lapangan Jambaran-Tiung Biru dikomersialisasikan melalui Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG). Dalam perkembangannya, skema perjanjian tersebut dinovasi kepada PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), dengan komitmen penyaluran gas sebesar 172 MMSCFD.

“Untuk memenuhi kebutuhan di Jawa Timur, sebagian untuk Jawa Tengah dan kini telah terhubung jaringan ke Cirebon, maka ini bisa digunakan untuk kebutuhan di Jawa Barat,” terang Sujianto selaku Field Manager JTB.

Data PGN juga mencatat gas JTB dengan kontrak 172 MMSCFD telah onstream dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan kelistrikan PLN serta industri di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Sementara itu, kapasitas produksi JTB mencapai 192 MMSCFD. Pemerintah sebelumnya telah menyebut adanya optimalisasi desain fasilitas yang memungkinkan peningkatan sales gas dari 172 MMSCFD menjadi 192 MMSCFD.

Dengan kapasitas tersebut, JTB menjadi salah satu sumber pasokan penting bagi pemenuhan kebutuhan gas bumi domestik, terutama di Pulau Jawa.

Sujianto juga mengatakan kegiatan produksi di Lapangan Jambaran-Tiung Biru tidak hanya menghasilkan gas bumi, tetapi juga kondensat sebagai produk ikutan.

“Selain memproduksi gas bumi, Lapangan Jambaran-Tiung Biru juga menghasilkan kondensat. Seluruh proses produksi dan pengolahan dilakukan melalui fasilitas yang telah disiapkan untuk mendukung kegiatan operasional secara optimal,” ujar Sujianto.

Lapangan JTB sendiri memiliki fasilitas produksi yang dirancang untuk mengolah gas bumi sebelum masuk ke sistem penyaluran. Secara teknis, proyek ini dikembangkan dengan kapasitas raw gas sekitar 315 MMSCFD, sementara kapasitas penjualan gas mencapai 192 MMSCFD.

Optimalisasi produksi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus memperkuat pasokan energi bagi kegiatan industri dan pembangkitan listrik.

 

PPM Berjalan Seiring Operasi Migas

Selain menjalankan kegiatan produksi, pengelolaan Lapangan JTB juga diikuti dengan pelaksanaan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Program tersebut diarahkan untuk memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan melalui empat pilar utama, yakni kesehatan, lingkungan, ekonomi, dan pendidikan.

Pada sektor kesehatan, program diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Di bidang lingkungan, kegiatan difokuskan pada pelestarian serta pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Sementara pada sektor ekonomi, PPM diarahkan untuk mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal dan memperkuat kemandirian masyarakat. Adapun di bidang pendidikan, dukungan diberikan untuk meningkatkan akses serta kualitas pendidikan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Dengan demikian, keberadaan Lapangan JTB tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan dan menyalurkan gas bumi, tetapi juga diharapkan memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Capaian produksi 192 MMSCFD sekaligus memperkuat posisi JTB sebagai salah satu proyek gas bumi strategis yang mendukung pemanfaatan energi domestik, pemenuhan kebutuhan industri dan kelistrikan, serta penguatan ketahanan energi nasional. (man)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *