ENERGI.co.id, Lombok Tengah – Gelaran Pertamina Mandalika Racing Series Round 2 2026 akhir pekan ini bikin UMKM sekitar Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika kebanjiran pembeli. Lapak kuliner, suvenir, hingga homestay penuh sesak sejak hari latihan bebas.
Para pelaku UMKM mengaku omzet naik 2-3 kali lipat dibanding hari biasa. Ribuan penonton, tim balap, dan wisatawan yang datang ke sirkuit jadi pasar langsung bagi produk lokal Lombok.
“Ramainya Luar Biasa, Omzet Naik 3 Kali Lipat”
Ozzi, penjual sate rembiga di area gate sirkuit, bilang dagangannya habis sebelum race utama. “Biasanya sehari jual 200 tusuk, sekarang 600-700 tusuk habis. Pertamina Mandalika Racing Series bener-bener bantu UMKM kami,” ujarnya Senin 22/6.
Lapak suvenir kaos, topi, dan kerajinan gerabah juga laris. Turis domestik dan mekanik tim banyak yang borong oleh-oleh khas Lombok. Homestay dan penginapan di Kuta Mandalika-Sengkol juga full booked H-3 event.
Pertamina Mandalika International Circuit memang didesain bukan cuma untuk MotoGP. Event nasional seperti Pertamina Mandalika Racing Series Round 2 sengaja digelar rutin untuk menghidupkan ekonomi warga sekitar.
“Kami sengaja buka ruang seluas-luasnya buat UMKM lokal. Ada zona khusus tenant, food court, dan marketplace produk Lombok. Tujuannya: balap jalan, ekonomi warga juga jalan,” kata perwakilan ITDC/Mandalika GP Services.
Selain jualan langsung, banyak UMKM yang kebagian jadi vendor event: catering tim, jasa transportasi, rental motor, hingga jasa foto. Efek berganda ini yang bikin multiplier effect-nya kerasa sampai desa-desa sekitar.
Harapan masyarakat sekitar ke depannya event balap nasional dan internasional terus digelar rutin di Mandalika, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan umkm nya dengan lebih ramai lagi dan bisa merekrut anak-anak muda Lombok untuk siap bekerja. Dengan kalender balap yang padat, UMKM bisa punya kepastian order dan naik kelas lewat pelatihan digitalisasi + packaging dari ITDC & Pemda.
“Kalau eventnya rutin, kami bisa rekrut karyawan lagi. Anak-anak muda Lombok juga jadi punya kerja di kampung sendiri,” tambah Ozzi.












