Stok BBM Bali Pulih ke 15 Hari, Pertamina Tambah Armada Kapal Distribusi

Antrian BBM di Bali
banner 468x60

ENERGI.co.id, Jakarta – PT Pertamina (Persero) memperkuat distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke Bali dengan menambah armada kapal pengangkut dari Jawa. Langkah ini dilakukan untuk memulihkan pasokan energi sekaligus memastikan pelayanan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kembali berjalan normal.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, kondisi pasokan BBM di Bali telah menunjukkan pemulihan signifikan. Stok yang sebelumnya ditargetkan mencapai 11 hari kini telah ditingkatkan menjadi 15 hari.

Read More
banner 300x250

“Alhamdulillah, puji Tuhan, untuk di Bali sudah bisa teratasi. Tadi saya minta Pertamina untuk menaikkan status yang tadinya 11 hari menjadi 15 hari, dan sore ini sudah tercapai. Jadi stok kita di Bali aman 15 hari,” ujar Bahlil, Senin (19/10).

Untuk mendukung peningkatan cadangan tersebut, Pertamina menambah jumlah kapal pengangkut BBM dari Jawa menuju Bali, dari tiga kapal menjadi tujuh kapal. Perusahaan juga mengoptimalkan operasional Fuel Terminal Manggis dan Fuel Terminal Sanggaran untuk memperkuat penerimaan, penyimpanan, serta penyaluran BBM.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan, perusahaan terus mengevaluasi seluruh rantai pasok energi, mulai dari pengadaan dan pengangkutan hingga penyimpanan serta distribusi ke konsumen.

Menurut Simon, kelancaran pasokan energi menjadi faktor penting untuk menjaga mobilitas masyarakat dan keberlangsungan kegiatan ekonomi Bali, terutama sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kami meyakini bahwa energi adalah denyut nadi dari perekonomian, khususnya di Pulau Bali, untuk membantu sektor pariwisata, UMKM, termasuk aktivitas ekonomi lainnya. Pertamina berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan penyaluran dan distribusi energi serta memastikan seluruh wilayah dapat dilayani dengan baik,” ujar Simon.

 

Antrean SPBU Mulai Berkurang

Pemulihan distribusi BBM juga terlihat dari berkurangnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU. Gubernur Bali I Wayan Koster mengapresiasi koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Pertamina, TNI, Polri, serta masyarakat dalam mempercepat normalisasi pelayanan energi.

“Sejak Sabtu dan Minggu, suplai ke SPBU secara umum berjalan lancar dan antrean sudah tidak banyak lagi,” kata Koster.

Pemerintah daerah turut menerapkan sejumlah pengaturan aktivitas masyarakat, termasuk kebijakan bekerja dari rumah, pembelajaran daring, dan pembatasan pengisian BBM berdasarkan nomor kendaraan ganjil-genap.

Kebijakan ganjil-genap diperpanjang hingga 23 Oktober 2026 dan dapat dievaluasi lebih awal berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan. Pemerintah Provinsi Bali juga menyatakan akan membantu pelaksanaan operasional Pertamina dalam menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat.

Di sisi lain, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan, penguatan pasokan terus dilakukan melalui kedatangan kargo Pertamax dan penjadwalan tambahan pengiriman. Upaya tersebut juga mencakup pemenuhan kebutuhan Pertamax di Pertashop.

“Tidak hanya pasokan di SPBU, pasokan untuk Pertamax di Pertashop pun akan kita maksimalkan,” ujar Ega.

Di luar Bali, Pertamina juga memperkuat distribusi BBM di sejumlah wilayah Indonesia yang menghadapi tantangan logistik. Pendangkalan sungai akibat kondisi cuaca di beberapa wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera memengaruhi akses kapal pengangkut BBM berukuran besar.

Untuk mengantisipasi kendala tersebut, Pertamina menyesuaikan pola pengangkutan, termasuk mengoptimalkan jalur darat sebagai alternatif distribusi. Penyesuaian ini ditujukan untuk menjaga kelancaran penyaluran energi ke wilayah yang akses transportasi airnya mengalami hambatan.

Bahlil menegaskan, secara nasional ketahanan stok BBM masih terjaga. Cadangan Pertalite berada pada kisaran 16–18 hari, sedangkan jenis BBM lainnya tercatat di atas 20 hari.

“Secara cadangan nasional tidak ada yang perlu kita khawatirkan. Sekarang distribusinya yang kita perlancar,” kata Bahlil.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa fokus penanganan saat ini tidak hanya pada ketersediaan stok, tetapi juga pada kelancaran distribusi agar BBM dapat diterima masyarakat sesuai kebutuhan.

Pertamina menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kodam Udayana, Polda Bali, serta seluruh pihak yang mendukung pemulihan distribusi, termasuk pengaturan pelayanan SPBU dan penguraian antrean kendaraan.

Simon juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang sempat dialami masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.

“Terima kasih atas dukungan dan pengertian seluruh masyarakat Bali. Kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar pelayanan energi kepada masyarakat semakin baik,” ujar Simon.

Penguatan armada pengangkut, optimalisasi fasilitas penyimpanan, serta penyesuaian jalur logistik menjadi bagian dari upaya Pertamina menjaga keandalan distribusi BBM di tengah tantangan operasional. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan energi masyarakat sekaligus menjaga kesinambungan aktivitas ekonomi di berbagai daerah. (***)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *