ENERGI.co.id, JAKARTA – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berhasil menjaga kinerja positif sepanjang Semester I 2026. Hingga 30 Juni 2026, emiten tambang batu bara tersebut membukukan pendapatan Rp22,03 triliun, tumbuh 8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan pendapatan tersebut menjadi sinyal positif di tengah dinamika industri batu bara global. Kinerja PTBA ditopang oleh penguatan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP), serta meningkatnya penjualan ekspor di tengah pergerakan harga batu bara global.
Dari sisi profitabilitas, PTBA membukukan laba bersih sebesar Rp2,65 triliun pada Semester I 2026. Capaian tersebut menunjukkan perseroan masih mampu menjaga kinerja keuangan di tengah tantangan pasar komoditas dan perubahan kondisi industri batu bara.
Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan mengatakan, perbaikan kondisi operasional menjadi salah satu faktor penting yang memungkinkan perseroan mendorong pemulihan produksi sekaligus memperkuat penjualan.
“Memasuki periode dengan kondisi operasional yang lebih kondusif, perseroan berhasil mendorong pemulihan kinerja produksi sekaligus memperkuat kinerja penjualan ekspor, baik secara kuartalan maupun tahunan,” kata Bambang.
Menurut Bambang, pemulihan produksi dan penguatan penjualan menjadi bagian penting dari strategi perseroan untuk menjaga momentum pertumbuhan. PTBA terus mengoptimalkan kegiatan operasional pertambangan sekaligus memperkuat penetrasi pasar ekspor.
Peningkatan penjualan ekspor menjadi salah satu motor penggerak kinerja PTBA pada Semester I 2026. Perseroan memanfaatkan peluang pasar internasional di tengah dinamika permintaan dan harga batu bara global.
Penguatan ASP juga memberikan kontribusi terhadap kenaikan pendapatan. Kombinasi antara perbaikan harga jual dan peningkatan volume penjualan ekspor membuat kinerja pendapatan PTBA mampu tumbuh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di tengah kondisi tersebut, perseroan tetap menempatkan efisiensi sebagai salah satu fokus utama. Optimalisasi biaya dilakukan untuk menjaga struktur biaya tetap kompetitif sekaligus mempertahankan tingkat profitabilitas.
Jaga Kinerja hingga Akhir Tahun
Bambang menegaskan, PTBA akan terus menjaga momentum perbaikan kinerja dengan mengoptimalkan produksi, memperkuat penjualan ekspor, serta meningkatkan efisiensi operasional.
Strategi tersebut menjadi semakin penting di tengah ketidakpastian pasar komoditas global. Fluktuasi harga batu bara, perubahan permintaan sejumlah negara tujuan ekspor, serta dinamika transisi energi menjadi tantangan yang harus diantisipasi perseroan.
Dengan fundamental operasional yang terus diperkuat, PTBA berupaya mempertahankan kinerja positif hingga akhir 2026.
Capaian Semester I 2026 juga memperlihatkan bahwa strategi diversifikasi pasar, penguatan ekspor, optimalisasi produksi, dan efisiensi menjadi kunci PTBA dalam menghadapi siklus industri batu bara sekaligus menjaga kontribusi perusahaan terhadap ketahanan energi nasional.












