ENERGI.co.id, Jakarta – Kabar positif datang dari industri hulu minyak dan gas bumi (migas). Sumur ABB-147/ABB-A5 mencatat hasil uji produksi awal yang menjanjikan, dengan aliran gas mencapai 10,54 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) dan kondensat sebesar 195 barel per hari (BCPD).
Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi pengembangan potensi hidrokarbon di area Abab Southwest, sekaligus membuka peluang optimalisasi produksi gas dari wilayah kerja hulu migas.
“Alhamdulillah, hasil uji produksi awal Sumur ABB-147/ABB-A5 pada lapisan TAF-B1 menunjukkan hasil positif, dengan produksi gas yang signifikan dan kondensat,” kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto kepada Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, pada Minggu (18/10/2026).
Berdasarkan laporan pengukuran rata-rata produksi (Average MRT) di lokasi ABB-A5 pada 17 Oktober 2026, pengujian dilakukan selama empat jam, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Pengujian difokuskan pada lapisan TAF-B1 dengan interval kedalaman 1.786–1.788,5 meter measured depth (mMD).
Djoko, yang akrab disapa Djoksis, menjelaskan bahwa sumur ABB-147/ABB-A5 merupakan sumur step-out di area Abab Southwest, Formasi Talang Akar. Secara geologi, pengembangan sumur ini menggunakan konsep structural play berupa four-way dip closure pada reservoir klastik.
“Hasil uji produksi awal berhasil membuktikan laju produksi gas mencapai 10,54 MMSCFD dan kondensat sebesar 195 BCPD,” ungkap mantan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi tersebut.
Menurut Djoksis, hasil pengujian ini menjadi dasar penting untuk mengevaluasi potensi pengembangan hidrokarbon, khususnya gas, di area Abab Southwest. Capaian tersebut juga memberikan indikasi positif bagi langkah pengembangan lanjutan di wilayah tersebut.
Tahap berikutnya adalah melakukan evaluasi bean performance guna menentukan laju produksi optimum (optimum rate). Evaluasi ini diperlukan untuk memperoleh tingkat produksi yang optimal sesuai karakteristik sumur dan kondisi reservoir.
“Semoga hasil ini menjadi keberkahan bagi Zona 4 dan Pertamina, serta diikuti dengan keberhasilan sumur-sumur berikutnya,” ujar Djoksis. Ia juga memohon doa agar sumur tersebut dapat segera diproduksikan secara aman, lancar, dan selamat.
Keberhasilan uji produksi awal ABB-147/ABB-A5 menambah optimisme terhadap kegiatan eksplorasi dan pengembangan di wilayah kerja hulu migas darat (onshore). Di tengah upaya meningkatkan produksi migas nasional dan memperkuat ketahanan energi, capaian ini menjadi modal awal untuk mengoptimalkan potensi gas dan kondensat.
Meski demikian, tindak lanjut berupa evaluasi teknis dan penentuan laju produksi optimum tetap menjadi tahapan penting sebelum sumur dioperasikan secara berkelanjutan. Hasil evaluasi tersebut akan menentukan langkah pengembangan berikutnya agar potensi hidrokarbon di area Abab Southwest dapat dimanfaatkan secara optimal. (Man)











