ENERGI.co.id, Jakarta — PetroChina International Jabung Ltd (PCJL) mematok target produksi migas yang optimistis di tahun 2026, yakni sekitar 11.670 barel minyak dan kondensat per hari, serta 143 juta standar kaki kubik gas (MMscfd) per hari.
Senior Development Manager PetroChina International Jabung Ltd, Wicaksono mengakui target itu cukup menantang. Untuk mewujudkannya, sejumlah rencana kerja sudah disiapkan.
Tahun ini, PetroChina International Jabung Ltd. akan mengebor enam sumur migas baru, yang satu diantaranya telah dimulai sejak 15 Januari 2026.
“Kami ada enam sumur pengeboran baru pada tahun ini, yang mana satu sumur sudah selesai kami bor,” kata Wicaksono dalam buka puasa bersama media di kantor Petrochina Jakarta, Jumat, (27/2).

Selain itu, perusahaan juga menjalankan program pemboran pengembangan (development drilling). Pada semester pertama 2026, beberapa sumur yang dibor lintas tahun mulai memasuki tahap penyelesaian (completion).
“Ini bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi sekaligus mempertahankan cadangan (reserve) migas,” ucapnya.
Dalam pengelolaan Blok Jabung, PetroChina tidak sendiri. Sejumlah mitra strategis turut tergabung dalam skema joint venture, yakni Pertamina Hulu Energi, Petronas Carigali, PT GPI, dan PT ATG.
Ke depan, PetroChina juga membuka peluang kolaborasi dan optimasi proses internal untuk meningkatkan kinerja blok. Perusahaan menargetkan sejumlah program pemboran lanjutan dapat direalisasikan pada pertengahan 2027.
“Kami mohon dukungan dan doa agar seluruh program berjalan lancar dan bisa terus memberikan kontribusi bagi ketahanan energi nasional,” pungkas Wicak.
Sebelumnya PCJL mengumumkan keberhasilan pengeboran dan uji produksi awal sumur Gemah-81 sebagai bentuk kontribusi nyata sektor hulu migas dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
Sumur pengembangan tersebut telah menyelesaikan uji produksi pada 11 Februari 2026 dengan hasil yang sangat baik, sekaligus mencatat efisiensi biaya yang signifikan dibandingkan estimasi awal proyek.
Sumur Gemah-81 dirancang dengan tiga target reservoir, dengan target utama berada pada interval kedalaman 7.259–7.281 feet measured depth (MD). Hasil pengujian menunjukkan performa produksi yang kuat.
Sumur menghasilkan laju alir gas sebesar 4,8 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) serta produksi kondensat sekitar 400 barel per hari. Capaian ini memperlihatkan potensi reservoir yang solid dan menambah pasokan energi domestik di tengah kebutuhan nasional yang terus meningkat.
Gas dan kondensat dari sumur tersebut dialirkan ke fasilitas produksi eksisting Gemah Station dalam waktu sekitar dua minggu melalui pemasangan pipa sepanjang kurang lebih 300 meter.
Integrasi cepat ke infrastruktur yang sudah tersedia memungkinkan percepatan monetisasi produksi sekaligus mendukung kesinambungan suplai energi tanpa pembangunan fasilitas besar tambahan.












