Sumur BNG-089 PHR Zona 4 Hasilkan 288 BOPD, Lampaui Target Produksi Awal hingga 192 Persen

Sumur BNG-089 PHR Zona 4 Cetak 288 BOPD, Produksi Lampaui Target hingga 192 Persen
banner 468x60

ENERGI.co.id, Jakarta – Upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional melalui peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) terus menunjukkan perkembangan positif. Kali ini, keberhasilan dicatat PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 melalui pengembangan Sumur BNG-089 di Struktur Benuang, Sumatera Selatan, yang berhasil mencatatkan hasil uji produksi sementara sebesar 288 barel minyak per hari (barrel oil per day/BOPD).

Capaian tersebut menjadi kabar positif bagi industri hulu migas nasional. Pasalnya, produksi Sumur BNG-089 berhasil melampaui target awal sebesar 150 BOPD, atau mencapai 192 persen dari target yang telah ditetapkan.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, menyampaikan keberhasilan tersebut kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia. Informasi tersebut juga diterima Energindo.co.id pada Minggu (1/11/2026) pukul 20.24 WIB.

“Alhamdulillah, PT Pertamina EP Asset 2 (PHR Zona 4) telah melakukan tajak pengeboran lokasi BNG-A12 menjadi Sumur Pengembangan BNG-089 pada 15 September 2026. Per tanggal 30 Oktober 2026, telah berhasil dilakukan uji produksi dengan hasil sementara mencapai 288 BOPD atau 192 persen dari target inisial produksi sebesar 150 BOPD,” ungkap Djoko Siswanto.

Keberhasilan tersebut mencerminkan pentingnya kegiatan pengeboran dan pengembangan sumur sebagai salah satu instrumen strategis dalam menjaga serta meningkatkan produksi minyak nasional. Di tengah kebutuhan energi yang terus berkembang, optimalisasi potensi lapangan migas eksisting menjadi bagian penting dari upaya menjaga ketersediaan pasokan energi dalam negeri.

Sumur BNG-089 merupakan sumur pengembangan yang berada di Struktur Benuang Step Out Block-H, Field Adera, yang terletak di sebelah barat laut Kota Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan.

Sumur tersebut memproduksikan minyak dari lapisan TAF Layer N2b. Dalam pengoperasiannya, produksi minyak didukung penggunaan teknologi artificial lift berupa Electric Submersible Pump (ESP), yakni pompa listrik bawah permukaan yang membantu mengangkat fluida dari dalam sumur menuju fasilitas produksi.

Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam optimalisasi produksi sumur, khususnya untuk mendukung pengangkatan fluida dari reservoir secara lebih efektif.

Keberhasilan Sumur BNG-089 juga memperlihatkan bahwa kegiatan pengembangan lapangan migas tidak hanya bergantung pada penemuan cadangan baru melalui eksplorasi, tetapi juga membutuhkan strategi pengelolaan reservoir, penerapan teknologi produksi, serta evaluasi potensi sumur secara berkelanjutan.

Dengan demikian, pengembangan sumur seperti BNG-089 diharapkan dapat memberikan tambahan kontribusi terhadap produksi minyak dari wilayah operasi PHR Zona 4.

Dari sisi teknis, Sumur BNG-089 (BNG-A12) dibor secara vertikal menggunakan Rig PDSI 42.3/N1500E dengan kedalaman akhir mencapai 2.549 meter measured depth (mMD) atau 2.548,8 meter true vertical depth (mTVD).

Pelaksanaan pengeboran hingga tahap uji produksi membutuhkan waktu total 44 hari, atau satu hari lebih lama dibandingkan program awal yang direncanakan selama 43 hari.

Meski demikian, keberhasilan mencapai hasil uji produksi sebesar 288 BOPD menjadi capaian positif dari rangkaian kegiatan operasional tersebut.

“Sumur ini dibor secara vertical menggunakan Rig PDSI 42.3/N1500E hingga kedalaman akhir di 2.549 mMD/2.548,8 mTVD, dalam total waktu 44 hari dari program 43 hari untuk fase pengeboran dan uji produksi,” ujar Djoko Siswanto.

Selain pencapaian produksi, aspek keselamatan dan kesehatan kerja serta perlindungan lingkungan juga menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan kegiatan pengeboran.

Hingga kegiatan pengeboran dan uji produksi berlangsung, Sumur BNG-089 telah mencatatkan total safe man hours sebesar 59.832 jam sejak pertama kali tajak.

Capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen pelaksanaan operasi hulu migas yang mengedepankan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), sekaligus penerapan Operational Excellence dalam setiap tahapan pekerjaan.

Penerapan standar keselamatan menjadi faktor penting mengingat kegiatan pengeboran migas memiliki tingkat kompleksitas dan risiko operasional yang tinggi. Oleh karena itu, keberhasilan produksi perlu berjalan seiring dengan pengendalian risiko, keselamatan pekerja, perlindungan lingkungan, serta keandalan fasilitas operasi.

Keberhasilan Sumur BNG-089 diharapkan dapat memperkuat kontribusi PHR Zona 4 dalam mendukung pencapaian target produksi migas nasional.

Peningkatan produksi dari sumur pengembangan merupakan salah satu langkah strategis untuk menjaga tingkat produksi minyak domestik, terutama di tengah tantangan industri hulu migas berupa penurunan produksi alamiah sejumlah lapangan, kebutuhan investasi, serta kompleksitas pengelolaan reservoir.

Dalam konteks ketahanan energi, setiap tambahan produksi minyak dari lapangan domestik memiliki arti penting bagi upaya mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam nasional. Produksi dalam negeri yang terjaga diharapkan dapat membantu mengurangi kesenjangan antara kebutuhan dan pasokan minyak nasional.

Namun, keberhasilan uji produksi awal tetap perlu diikuti dengan pemantauan kinerja reservoir, evaluasi laju penurunan produksi, serta pengelolaan sumur secara optimal agar kontribusinya dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Menutup keterangannya, Djoko Siswanto memohon dukungan dan doa agar produksi Sumur BNG-089 dapat terus terjaga.

“Mohon doa dan support agar produksi sumur ini dapat bertahan lama dan berkesinambungan,” pungkasnya.

Keberhasilan BNG-089 menjadi salah satu catatan positif dalam upaya meningkatkan produksi minyak nasional. Lebih dari sekadar pencapaian angka produksi, hasil tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, SKK Migas, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), serta seluruh pelaku industri hulu migas dalam mengoptimalkan potensi sumber daya energi Indonesia.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *