Peresmian Tahap FEED Proyek LNG Abadi, Blok Masela

banner 468x60

ENERGI.co.id, Jakarta – INPEX CORPORATION (INPEX), melalui anak perusahaannya INPEX Masela, Ltd. (INPEX Masela) sebagai operator dan mewakili para mitra Joint Venture yaitu PT Pertamina Hulu Energi Masela (PHE Masela) dan PETRONAS Masela Sdn. Bhd. (PETRONAS Masela), menyelenggarakan acara peresmian dimulainya tahap  Front-End Engineering and Design (FEED) untuk Proyek LNG Abadi, Blok Masela di Indonesia.

Acara peresmian yang berlangsung di Hotel Mulia Jakarta ini menandai dimulainya pelaksanaan FEED setelah penunjukan  para  kontraktor  untuk  mengerjakan  empat  paket  utama  FEED  yaitu:  (1)  Subsea Umbilicals, Risers and Flowlines (SURF), (2) Gas Export Pipeline (GEP), (3) Floating Production Storage and Offloading (FPSO), dan (4) Onshore Liquefied Natural Gas (OLNG) Plant. Acara ini diresmikan oleh Wakil Menteri Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, dan didampingi oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto.

Read More
banner 300x250

Tahap  ini  merupakan  merupakan  tonggak  strategis   dalam  perjalanan  proyek  LNG  Abadi  menuju realisasi, sekaligus  memperkuat  komitmen  INPEX  dan  para  mitra  dalam  mendukung  target  nasional Indonesia untuk mencapai swasembada energi dan transisi menuju energi bersih. Dalam tahap ini, INPEX akan mengoptimalkan desain,  mengurangi resiko teknis, dan meningkatkan kepastian biaya serta jadwal yang tentunya penting demi memastikan fase EPC yang berkualitas tinggi.

Menteri ESDM dalam sambutannya menyampaikan bahwa tahap FEED untuk proyek ini merupakan tonggak penting  dalam pengembangan Proyek Lapangan Abadi di Blok Masela. ”Proyek ini bukan hanya proyek migas biasa, tetapi salah satu pilar ketahanan energi serta motor penggerak pembangunan nasional dan daerah,” ujar dia dalam acara peresmian dimulainya tahap Front-End Engineering and Design (FEED) untuk Proyek LNG Abadi, Blok Masela di Indonesia, Kamis (28/8), di Jakarta.

Yuliot menekankan pemerintah menaruh harapan besar agar proyek ini berjalan sesuai jadwal dan memberi manfaat maksimal bagi bangsa. Hal ini sejalan dengan salah satu Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yaitu swasembada energi, proyek ini harus menjadi bagian dari strategi besar bangsa untuk berdiri di atas kaki sendiri.

”Maka dari itu, yang paling pertama, saya ingin menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan proyek ini melalui dukungan fleksibilitas dalam peraturan pengadaan serta dukungan percepatan seluruh perizinan terkait secara tepat waktu untuk berbagai kegiatan pada fase FEED dan EPC,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto menyatakan proyek Lapangan Gas Abadi menempati posisi istimewa di antara proyek-proyek migas yang tengah dikembangkan. Seperti diketahui, lapangan ini memiliki cadangan gas sekitar 18,54 TCF. Setelah beroperasi penuh, kapasitas produksinya akan mencapai 9,5 MTPA LNG, 150 MMSCFD gas pipa, serta sekitar 35.000 BOPD kondensat.

”Dengan cadangan dan kapasitas sebesar ini, Proyek Abadi diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga menciptakan multiplier effect yang signifikan dengan menjadi lokomotif penggerak ekonomi nasional maupun daerah, melalui pemanfaatan sumber daya yang ada di kawasan proyek dan sekitarnya,” ujar Djoko.

Presiden  dan  CEO  INPEX  Corporation,  Takayuki  Ueda  dalam  sambutannya  menyampaikan, Kami sangat antusias memasuki tahap FEED untuk Proyek LNG Abadi, yang merupakan pencapaian penting dalam sejarah proyek ini. Proyek Abadi LNG akan memberikan nilai yang besar bagi Indonesia. Proyek ini akan berkontribusi terhadap  perekonomian   Indonesia  tidak  hanya   dengan  meningkatkan   ketahanan energi  dan  ketersediaan pasokan, tetapi juga dengan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja selama 30 tahun. Proyek ini juga akan menjadi proyek LNG pertama di  Indonesia yang menerapkan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak awal. CCS akan  membantu mendorong upaya dekarbonisasi  Indonesia  sambil tetap menyediakan energi bagi negara.”

Sejalan dengan  pelaksanaan  FEED,  INPEX juga  mempercepat  kegiatan  pemasaran  dan  pembiayaan untuk menuju FID serta menjalin  kerja sama dengan lembaga keuangan dan bank internasional untuk mendapatkan pembiayaan yang kompetitif.

Lebih  dari  itu,  INPEX juga  memperkuat  keterlibatan  dengan  masyarakat  lokal,  termasuk  Pemerintah Provinsi Maluku  dan  Pemerintah  Kabupaten  Kepulauan  Tanimbar  sangat  penting  untuk  kesuksesan proyek. Rencana pelatihan vokasi untuk masyarakat lokal akan dipersiapkan guna mendukung kebutuhan tenaga kerja terlatih untuk Proyek LNG Abadi. Beberapa pekerjaan persiapan lokasi akan segera dimulai setelah memperoleh persetujuan Pelepasan Kawasan Hutan dan AMDAL.

Proyek ini sejalan dengan arah strategis INPEX Vision 2035 yang menargetkan ekspansi bisnis gas alam dan LNG serta pengurangan emisi gas rumah kaca. INPEX percaya bahwa proyek ini akan memperkuat ketahanan energi di Indonesia dan Jepang, serta juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi di kawasan timur Indonesia. Selain itu juga untuk mendukung pencapaian target nasional Indonesia untuk mencapai net zero emission CO2 pada tahun 2060.

”Saya menyampaikan apresiasi yang tulus kepada Pemerintah Indonesia, SKK Migas, Pertamina, PETRONAS, dan  seluruh  pemangku  kepentingan atas  bimbingan dan  kemitraan yang telah diberikan selama ini. Kami tidak akan dapat mencapai tonggak penting ini tanpa adanya dukungan dan sinergi yang baik.  INPEX menegaskan kembali  komitmen  kuatnya  terhadap  proyek  ini  dan  terhadap  keberhasilan pelaksanaan  fase  FEED.  Dengan dukungan   yang    berkelanjutan,    kami   akan   secara    konsisten melaksanakan  FEED,  persiapan lokasi,  serta mempercepat kesiapan pemasaran dan pembiayaan untuk bergerak menuju Final Investment Decision (FID), dan seterusnya,” tutup Takayuki Ueda.

Volume produksi LNG tahunan dari proyek Abadi diperkirakan mencapai 9,5 juta ton, setara dengan lebih dari 10 persen impor LNG tahunan Jepang. Proyek ini diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkuat ketahanan energi di Indonesia, Jepang, dan negara Asia lainnya, serta menyediakan pasokan energi bersih yang stabil dalam jangka  panjang.  Hal  ini  didukung oleh  karakteristik  lapangan  gas yang  unggul dan cadangan  yang  melimpah, sehingga   memungkinkan   pengembangan   secara  efisien,  serta   adanya komponen  CCS  (Carbon  Capture  and Storage) dari proyek ini. INPEX berkomitmen untuk memperkuat bisnisnya di Indonesia dan akan terus aktif dalam mendukung upaya tersebut.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *