ENERGI.co.id, Palembang – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 mencatatkan hasil positif dari kegiatan pengeboran sumur pengembangan BNG-084 di Struktur Benuang, Field Adera, Sumatera Selatan. Berdasarkan hasil uji produksi sementara pada 21 Oktober 2026, sumur tersebut mampu menghasilkan minyak sebesar 475,2 barel minyak per hari (barrels of oil per day/BOPD) dan gas sebesar 10,6 juta kaki kubik standar per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD).
Capaian produksi minyak tersebut mencapai sekitar 2,6 kali lipat dari target produksi awal sebesar 182 BOPD. Sementara itu, produksi gas mengalir secara alami (natural open flow), berdasarkan hasil pengujian pada lapisan yang telah dikomplesi.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kegiatan pengeboran sumur pengembangan yang dilanjutkan dengan pengujian produksi menggunakan metode dual string completion.
“PT Pertamina EP Asset 2 atau PHR Zona 4 telah melakukan tajak sumur pengembangan BNG-084 pada 25 Agustus 2026. Per 21 Oktober 2026, sumur tersebut berhasil menjalani uji produksi menggunakan metode dual string completion,” ujar Djoko dalam keterangannya kepada Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, pada Rabu (21/10).
Berdasarkan hasil komplesi sementara pada short string, pengujian dilakukan pada lapisan TAF-L1 di kedalaman 1.819–1.821 meter measured depth (mMD). Dari lapisan tersebut, sumur menghasilkan aliran minyak sebesar 475,2 BOPD dan gas 10,6 MMSCFD.
Sumur BNG-084 atau BNG-D18 dibor secara berarah (directional drilling) menggunakan Rig PDSI #43.3/AB1500-E hingga kedalaman akhir 2.556 mMD atau 2.522,93 meter true vertical depth (mTVD).
Kegiatan pengeboran hingga pengujian produksi pada 21 Oktober 2026 diselesaikan dalam waktu 46 hari, lebih cepat dibandingkan target program selama 48 hari.
Dari sisi biaya, estimasi pengeluaran berdasarkan perhitungan lapangan (field estimate) tercatat sebesar US$6,705 juta atau 83,67% dari Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui.
Efisiensi waktu pelaksanaan tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan pengembangan lapangan migas, mengingat percepatan pengeboran dapat mendukung upaya optimalisasi produksi sekaligus pengendalian biaya operasi.
Selain mencatatkan hasil uji produksi yang melampaui target awal, operasi sumur BNG-084 juga membukukan total 67.284 jam kerja selamat (safe man-hours) sejak kegiatan tajak dimulai.
Djoko menegaskan bahwa pencapaian operasional tetap harus disertai komitmen terhadap aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta keunggulan operasional (operational excellence).
Keberhasilan uji produksi ini diharapkan dapat mendukung penambahan pasokan minyak dan gas bumi dari wilayah kerja PHR Zona 4, sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi migas domestik.
Optimalisasi sumur pengembangan menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga ketahanan energi nasional, terutama melalui peningkatan produksi dari lapangan yang telah beroperasi.
Djoko juga berharap produksi Sumur BNG-084 dapat bertahan secara berkelanjutan sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target produksi migas nasional dan agenda swasembada energi.
Meski demikian, hasil 475,2 BOPD dan 10,6 MMSCFD tersebut merupakan hasil uji produksi sementara. Keberlanjutan laju produksi akan menjadi faktor penting dalam menilai kontribusi aktual sumur terhadap produksi migas nasional. (man)












