ENERGI.co.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan meresmikan peletakan batu pertama (Groundbreaking) pengembangan Blok Masela pada Rabu, 15 Juli 2026. Proyek migas raksasa di Laut Arafura, Maluku ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang ditunggu realisasinya.
Kepastian jadwal ini disampaikan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto.
“Tanggal 15 Juli 2026, rencananga Bapak Presiden Prabowo akan langsung memimpin peletakan batu pertama Blok Masela. Ini tonggak penting bagi ketahanan energi nasional”, ujar Djoksis.
Blok Masela memiliki cadangan gas alam sekitar 10,73 TCF dengan potensi produksi mencapai 9,5 juta ton LNG dan 150 juta kaki kubik gas per hari. Proyek ini dikembangkan dengan skema onshore LNG di Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Pemerintah menargetkan Blok Masela dapat mulai berproduksi pada 2030. Saat beroperasi penuh, proyek ini diproyeksikan menyerap puluhan ribu tenaga kerja dan memberikan kontribusi besar bagi pendapatan negara serta daerah.
“Peletakan batu pertama ini bukan hanya seremoni. Ini adalah dimulainya investasi besar yang akan menggerakkan ekonomi Maluku dan Indonesia Timur,” tegasnya.
Selain memperkuat pasokan gas nasional, Blok Masela juga diharapkan mendorong pembangunan infrastruktur, peningkatan kapasitas SDM lokal, dan program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Pemerintah daerah menargetkan ribuan tenaga kerja lokal terserap saat konstruksi dimulai. UMKM, jasa transportasi, hingga sektor perhotelan diprediksi tumbuh karena hadirnya ribuan pekerja dan engineer.
Dengan diresmikannya peletakan batu pertama oleh Presiden Prabowo, Blok Masela resmi masuk tahap konstruksi setelah melalui proses panjang negosiasi dan perencanaan. ***












